• APPTI - AFILIASI PENERBIT PERGURUAN TINGGI INDONESIA
  • INDONESIAN UNIVERSITY PUBLISHERS AFFILIATION
  • apptijakarta2@gmail.com
  • 021-7864754-55 / 0895635385880
  • RSS
  • Pencarian

PERLUNYA GAYA SELINGKUNG PENEBIT DALAM PERSPEKTIF KERJASAMA

Jakarta - Penulis hadir mewakili Ketua Terpilih APPTI (2023-2027) Bapak Dr. Purnomo Ananto, M.M dalam forum diskusi penerbitan antar negara (Malaysia, China, Korea, Jerman) di area IIBF-ICE BSD (27 September 2023). Banyak hal yang didiskusikan meliputi kerjasama pembelian dan pengalihan hak cipta, penerbitan dan penjualan buku edisi cetak dan digital, serta kerjasama alih bahasa atau penerjamahan.   Dari forum diskusi  yang berjalan santai, selaku Ketua Bidang Kerjasama di Kepengurusan Afiliasi Penerbit Perguruan Tinggi (APPTI) Pusat, penulis ingat ketika dalam forum rapat koordinasi di Botani Square Bogor oleh tuan rumah IPB Press, 2017 menyampaikan perlunya APPTI mendorong terbentuknya organ setingkat wilayah selain berbasis geografi di 34 propinsi juga dimungkinkannya terbentuk organ dengan basis karakteristik teologi dan sosiologi sebagai penentu kebijakan gaya selingkung penerbit perguruan tinggi. Pada saat itu mucullan istilah APPTIMU wadah organ di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, APPTINU wadah organ di lingkungan Perguruan Tinggi Nahdathul Ulama, APPTIKI wadah organ di lingkungan Perguruan Tinggi Kristen, dan APTIBU wadah organ di lingkungan Perguruan Tinggi Budha. Gagasan ini muncul dari pemahaman dan pengalaman empirik penulis selaku mantan Wadir Bidang Kerjasama Polimedia yang merasakan betapa kerja-kerja kolaborasi akan menghadapi kendala baik dari aspek biaya maupun  luas dan banyaknya target layanan APPTI mencapai 3000-an PTN/PTS yang ada di Indonesia. Wacana inipun bergulir terus termasuk kemungkinan dilakukan penambahan klausul di AD/ART sebagai solusi peran fasilitator, motivator dan inovator APPTI mewadahi berkembangnya unit penerbitan di setiap perguruan tinggi menuju kemandirian akademis dalam memasuki era koopetisi secara global.

Untuk mampu menjadi bagian dari pergaulan masyarakat global maka perlu dipahami bahwa dunia penerbitan harus mampu beradaptasi dengan tuntutan kolaborasi yang bersifat koopetisi alih-alih kompetisi dalam dunia kreatifitas.  Bahkan era pergaulan dunia tanpa batas saat ini menuntut perubahan perilaku individu manusia yang pada awalnya mengandalkan kekuatan modal atau Economical Based  Capital  menjadi kekuatan pengetahuan atau knowledge Based Capital. Apalagi dunia penerbitan dapat dikatakan sebagai orkestranya tujuh belas (17) subsektor industry kreatif dimana majunya dunia penerbitan sekaligus juga akan berdampak terhadap kemajuan industry kreatif lainnya, seperti:  periklanan, arsitektur, seni, kerajinan. desain, fashion, film, musik, seni pertunjukkan, penerbitan, Penelitian dan Pengembangan (R&D), perangkat lunak, mainan dan permainan, Televisi dan Radio, dan Permainan Video. Kepentingan APPTI dalam hal ini adalah Upaya menyamakan persepsi sehingga setiap perguruan tinggi mampu melakukan peran aktif dalam upaya peningkatan mutu buku ajar maupun buku referensi antar dan lintas Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia.

 

Membaca Potensi Kolaborasi Unit Penerbitan Perguruan Tinggi

Sejarah telah mencatat bahwa Bidang Kerjasama Appti melalui kegiatan semiloka berhasil mendorong lahirnya Afiliasi Penerbit Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiah (APPTIMA) yang berlangsung di Alium Hotel Tangerang dari tanggal 15-17 November 2019. Salah satu hasil kegiatan semiloka adalah tersusunnya draf naskah Gaya Selingkung atau Pedoman Penerbitan yang dapat diterapsesuaikan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiah se-Indonesia. Pedoman penerbitan ini meliputi tiga jenis produk terbitan, yaitu: Pedoman Penerbitan Buku, Pedoman Penerbitan Jurnal, dan Pedoman Penerbitan Majalah Kampus.  Dalam pelaksanaannya, masing-masing perguruan tinggi tentunya dapat mengembangkan aspek teknis menyesuaikan kondisi lapangan dan ketersediaan alat maupun sarana pendukung kegiatan penerbitan. Inisiatif komunitas penerbit perguruan tinggi yang bernaung dibawah koordinasi organisasi Muhammadiyah sudah menyusun pedoman penerbitan yang dapat dijadikan gaya selingkung di internal 187 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyah se-Indonesia. Selaku ketua Bidang Kerjasama Appti Pusat tentunya kami menyambut gembira inisiatif ini sebagai bentuk nyata semakin tumbuh dan berkembangnya budaya literasi di Indonesia. Adalah tidak dipungkiri dalam hal membangun budaya literasi tentunya peran Pendidikan Tinggi sangat diharapkan. Berharap Appti sebagai wadah koordinasi unit kegiatan penerbitan di semua perguruan tunggi akan senantiasa mendorong tumbuhnya dan berkembang kegiatan penerbitan disemua kampus baik negeri maupun swasta.

Selaku personal yang menakodai bidang kerjasama APPTI, penulis melihat tingginya potensi sinergi antar dunia pendidikan dalam perspektif kerjasama kolaborasi bersifat koopetisi alih-alih kompetisi di lingkungan Perguruan Tinggi. Publik tahu bahwa Perguruan Tinggi merupakan salah satu di bidang pendidikan selain pendidikan tingkat dasar dan menengah oleh Persyarikatan Muhammadiyah. Dalam hal ini, Suara Muhammadiyah, edisi 2023 mendata sebaran dan jumlah 162 dengan klasifikasi 154 Pergurun Tinggi Muhamamdiyah (PTM)  dan 8 Perguruan Tinggi Aisyiah Perguruan Tinggi Aisyiyah (PTMA), diantaranya berbentuk 6 Akademi, 5 Politeknik, 9 Institut, 83 Sekolah Tinggi, dan 59 Universitas. Memperhatikan begitu besarnya potensi amal usaha pendidikan tinggi muhammadiyah maka selayaknya gerakan pencerahan menuju Indonesia berkemajuan (amanat Muktamar ke 47 di Makassar) juga menjadi acuan membangun pendidikan tinggi melalui keberadaan lembaga penerbit di internal masing-masing pendidikan tinggi. Keberadaan unit penerbitan tidak lagi menjadi domain usaha berbasis modal atau kapital, akan tetapi apa yang disebut oleh Jhon Howkin, 2009 sebagai Intelectual Based Capital. Ini artinya membangun Penerbit Perguruan Tinggi tidak lagi orientasi mesin cetak sebagaimana kesan yang ada pada University Press selama ini.

Untuk memberikan pemahaman secara komprehensif tentang peluang membangun unit penerbitan di lingkungan pendidikan tinggi maka berharap adanya pengaruh meningkatknya akreditasi kelembagaan sejalan dengan peningkatan kompetensi dan eksistensi dosen maupun Perguruan Tinggi Melalui keberadaan Penerbit Pendidikan Tinggi (University Publishing). Pergerakan unit penerbitan di lingkungan PTMA misalnya tidak terlepas dari kepercayaan APPTI yang menetapkan Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) sebagai tuan rumah Rakerwil APPTI Jabodetabek 10 Desember 2016. Rapat kerja ini pun terlaksana sebagai tindak lanjut Musyawarah Kerja Nasional APPTI yang dilaksanakan di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta selama 2 hari, jum’at-sabtu tanggal 15-16 April 2016, dimana momen tersebut juga telah berlangsung audiensi pengurus APPTI dengan Majelis Dikti Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah Yoya. Setidaknya kepercayaan sebagai tuan rumah tersebut menjadi salah satu pemicu semangat untuk lebih giat  lagi membangun optimalisasi peran unit penerbitan di masing-masing perguruan tinggi. Hal ini sejalan dengan semakin berkembangnya perbukuan Nasional dan merupakan syarat nilai terhadap sertifikasi dosen maupun tenaga kependidikan di lingkungan Perguruan Tinggi.  Untuk itu, keberadaan PTMA sebagai anggota APPTI adalah bagian dari implementasi Undang-undang Sistem Perbukuan Nasional 2017. Dengan adanya Unit Penerbitan Perguruan Tinggi maka karya-karya ilmiah para pendidik di universitas semakin diakui dan Perguruan Tinggi semakin di kenal secara akademis. Terkenalnya perguruan tinggi tidak hanya nama besar dan gedung bertingkat, namun mampu melahirkan karya-karya akademis dan tenaga pendidik professional yang mampu dilihat sebagai bukti nyata khususnya buku yang dihasilkan dari perguruan tinggi tersebut.

 

APPTIMA LUARAN HASIL KEGIATAN SEMILOKA

Semiloka pendidikan tinggi yang dilaksanakan pada Jumat, Sabtu, Minggu (20 s/d 22 Oktober 2017) di Hotel Atria Residence, CBD Gading Serpong mampu melahirkan kesadaran kolektif unsur Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah terhadap pentingnya Pembentukan dan Pengembangan Penerbit Pendidikan Tinggi di lingkungan Perguruan Muhamamdiyah se-Indonesia.  Pemahaman kolegial unsur pimpinan perguruan tinggi adalah bagian dari sukses sebaran undangan semiloka oleh Ketua Majelis Dikti Litbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah No. 734/I.3/D/2017  dengan jumlah peserta semiloka yang hadir 21 orang berasal dari 20 Perguruan Tinggi yang mewakili  Perguruan Tinggi Muhammadiyah Se-Indonesia.

Dari rangkaian kegiatan semiloka diatas, setidaknya ada enam (6) rangkuman hasil berupa rekomendasi Pembinaan Penerbit Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiah, yaitu:

  1. Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Majelis Pendidikan Tinggi mendorong lembaga-lembaga penerbitan perguruan tinggi khususnya di bawah persyarikatan Muhammadiyah untuk diberi perhatian serius dan dikembangkan. Keberadaan lembaga penerbitan di perguruan tinggi yang sangat membantu dosen untuk menulis bahkan berperan strategis meningkatkan kompetensi dosen dan mendukung kenaikan pangkat serta akreditasi institusi.
  2. Ketua Asosiasi Penerbitan Perguruan Tinggi Indonesia (APPTI), Dr Richardi Adnan mengatakan produksi pengetahuan dari publikasi perguruan tinggi besar di dunia menganggap publikasi adalah bagian terpening untuk kenaikan kepangkatan. Untuk itu, APPTI siap memfasilitasi perguruan tinggi untuk memiliki penerbit khususnya PT Muhammadiyah yang memiliki potensi besar.
  3. Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang diwakili Wakil Rektor III Dr. Desri Arwen, MPd pada sesi akhir acara dilakukan penandatangan MoU antara UM Tangerang dengan APPTI disaksikan Prof Dr Edy Suandi Hamid serta perwakilan PTM se-Indonesia.
  4. Ketua Umum Asosiasi Penulis Profesional Indonesia, Bambang Trim mengatakan, buku pendidikan yang diterbitkan oleh perguruan tinggi harus memenuhi syarat isi sesuai dengan Pasal 42 Undang-Undang No 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan Nasional.
  5. Ketua Kwarwil APPTI Jabodetabek, Dr Purnomo Ananto menambahkan, penerbit perguruan tinggi merupakana garis depan dari perguruan tinggi dalam mentransfer informasi ke masyarakat melalui berbagai terbitannya. Namun, saat ini banyak penerbit perguruan tinggi yang belum berkembang dengan optimal karena tidak memiliki kapabilitas dan pengalaman penerbitan yang memadai. Salah satunya karena keterbatasan SDM dalam mengelola penerbitan.
  6. Dr Ir Elang Ilik Martawijaya Selaku Wakil Ketua APPTI Pusat Menyaksikan pada sesi terakhir yang diisi dengan musyawarah pembentukan Asosiasi Penerbitan Pergu­ruan Tinggi Indonesia-Muhammadiyah dan Aisyiyah (APPTIMA). Berikut Jajaran Pengurus yang dipilih, Dr Zalzulifa, M.Pd dipercaya sebagai Ketua I, dibantu, Dr Sriyanto, M.Pd, (Ketua II). Sekretaris Mulyono, SE, Bendahara, Joko Supriyanto, SSn, dan Humas Ikhamiyati. Adapun peserta yang ikut dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU Press), UM Sumatera Barat, UM Gorontalo, SETIA Muh Selong Lombok Timur, STIKES Muhammadiyah Kudus, STIKES Muhammadiyah Lamongan, STIH Muh Kotabumi Lampung, UM Tasikmalaya, UMS Surabaya, STIE Palopo, UNISA Yogyakarta, UM Yogyakarta, UMS Solo, UM Sorong, STIKES Muh Pekalongan, STIE Muh Palopo, STIKES Muh Manado. Forum nantinya menjadi wadah dimana penerbitan perguruan tinggi Muhammadiyah bisa saling sharing tentang cara membentuk penerbitan perguruan tinggi dan menjual produk dalam satu tempat bersama melalui online.

 

APPTIMA DENGAN KARYA PERDANA HASIL REKOMENDASI SEMILOKA

Sesuai catatan hasil semiloka diatas maka dengan ini penulis sampaikan beberapa catatan tindak lanjut, yaitu: (1) Agenda semiloka yang pada awalnya akan membentuk Forum Penerbit Perguruan Tinggi Muhammadiyah (FPPTM) se-Indonesia disepakati dalam rapat tim perumus dengan nama Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiah (APPTIMA);  (2) Pengurus yang terpilih segera melakukan kordinasi dengan Pimpinan Majelis Dikti Litbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait arahan penerbitan Surat Keputusan Pengangkatan Pengurus APPTIMA Periode 2018-2022; (3) Berdasarkan Surat Keputusan tersebut maka Pengurus APPTIMA terpilih dapat menyusun gambaran awal Rencana Strategi sebagai bahan presentasi rapat kerja perdana yang disampaikan kepada Pimpinan Pusat Madikti PPM untuk dijadikan dasar kerja pengembangan Lembaga Penerbit Perguruan Tinggi Muhamamdiyah Aisyiah Se-Indonesia; (3) Keberadaan APPTIMA dengan karya perdana Biografi dari target lima buku dapat menjadi alat picu dengan menjadikan lembaga penerbit sebagai bendera kibar (flagship) menuju akreditasi pendidikan tinggi berkelas dunia.

Demikian sekelumit gambaran BIDANG KERJASAMA APPTI. Tentu saja karya buku biografi 25 Tokoh Pendidikan Muhammadiyah ini adalah hasil kerja-kerja kreatif kerjasama sinergi Program Studi Penerbitan Polimedia dengan empat (4) Program studi yang ada di Fakultas Parinkraf UMT (Pariwsiata/S1; Transportasi Udara/D4; Desain Komunikasi Visual/S1; Periklanan/D3)… serta didukung oleh Asosiasi Penerbit Pendidikan Tinggi Indonesia (APPTI). Keberadaan APPTIMA yang awalnya disepakati dengan nama asosiasi dan karena mengikuti aturan main yang berlaku di Kemenkumham berubah dengan sebutan afiliasi. Selaku Ketua Bidang Kerjasama APPTI yang lebih kepada pemahaman kebijakan sistem perbukuan nasional bersama tim telah pula menyiapkan kerja-kerja kolaborasi berupa pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP-PENBI) dan bahkan sudah terbentuk Forum Pengembang Buku Elektronik (FPBEI).

Akhirnya, atas semua ini besar harapan penulis agar keberadaan APPTIMA dengan potensi anggota 162 PTMA bisa meginspirasi munculnya APPTINU 100 anggota, APPTIKI dengan 35 anggota,  APPTIBU dengan 2 anggota. Masing-masing dapat memiliki keunikan gaya selingkung dan tentunya semua ini dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan dan respon positif semua pihak khususnya para penggiat dunia literasi pendidikan tinggi yang pada akhirnya memajukan dunia penerbitan Indonesia secara menyeluruh (Zlz).

 

 

Penulis :

 

Oleh: Dr. Zalzulifa, M.Pd

(Kepala Bidang Kerjasama APPTI Pusat)

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Resmi Dilantik, Pengurus APPTI Korwil JABANUSA

Jember - Pengurus Afiliasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia (APPTI) Korwil Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (JABANUSA) secara resmi dilantik menjadi pengurus periode 2023-2027 di

14/05/2024 15:12 - Oleh sekretariat APPTI - Dilihat 231 kali
APPTI Apresiasi Kegiatan APPTIMA

Semarang - Sebagai bentuk apresiasi atas keberadaan Sekolah Menulis dan Menerbitkan APPTIMA, Rektor Universitas Pramita Indonesia yang pada awalnya menggunakan akronim UNPRI dan de

29/04/2024 10:12 - Oleh sekretariat APPTI - Dilihat 214 kali
Penyerahan Royalti Penulis Buku Terbitan UMSU Press Tahun ke-4

Medan - UMSU Press mengadakan acara Penyerahan Royalti Penulisan Buku Terbitan UMSU Press Tahun Ke-4. Penyerahan royalti ini di berikan kepada 142 penulis buku di UMSU Press. Dalam aca

01/04/2024 09:15 - Oleh sekretariat APPTI - Dilihat 574 kali
Pengurus APPTI 2023-2027 Ditunggu Implementasinya, Apa itu?

Jakarta - Dr Purnomo Ananto, Ketua Umum AfiliasiPenerbit Perguruan Tinggi Indonesia (Ketum APPTI) mengukuhkan dan melantik “kabinet”nya di Aula Politeknik Negeri Media Kreat

26/10/2023 08:33 - Oleh sekretariat APPTI - Dilihat 904 kali
Penerapan OBE Dan PBLL Dalam Peta Kompetensi Pengembang Buku Elektronik

Jakarta - Jumat 27 Oktober 2023 adalah hari dimana penulis mengisi kegiatan harian bersama mahasiswa sekaligus reuni dengan para senior yang lama berkecimpung dalam dunia perbukuan (Bam

26/10/2023 08:32 - Oleh sekretariat APPTI - Dilihat 1151 kali
Purnomo Ananto: APPTI Bakal Perkuat Internasionalisasi dan Digitalisasi

Ketua Umum Afiliasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia (Ketum APPTI), Dr Purnomo Ananto, MM, bakal memperkuat penerbitan perguruan tinggi (unipres/universitas press) ke ranah internasi

02/10/2023 11:40 - Oleh sekretariat APPTI - Dilihat 691 kali
Munas APPTI Ke 4 Pilih Purnomo Ananto Sebagai Ketua Umum Periode 2023-2027

Yogyakarta - Peserta Munas APPTI Ke 4 (Musyawarah Nasional Afiliasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia Ke empat) memilih Dr Purnomo Ananto, MM, sebagai Ketua Umum APPTI Periode 202

27/09/2023 10:41 - Oleh sekretariat APPTI - Dilihat 705 kali
APPTI Siap Berkolaborasi Menghadapi Persaingan Penerbitan di Era Digital

Yogya – Afiliasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia (APPTI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 di LPP Garden-Yogyakarta, 20-23 September 2023. Mengusung tema “Peran

27/09/2023 10:20 - Oleh sekretariat APPTI - Dilihat 482 kali
Ketua Umum APPTI Dr. Purnomo Sebut University Press Ibarat Jantung bagi Perguruan Tinggi

Yogyakarta - Ketua Umum Afiliasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia (APPTI) Dr. Purnomo Ananto, MM menyampaikan Penerbit Perguruan Tinggi atau University Press (UP), mem

27/09/2023 10:12 - Oleh sekretariat APPTI - Dilihat 451 kali
Munas APPTI Ke 4 Dibuka dengan Mars dan Hymne APPTI

Yogya - Pertama kalinya Munas APPTI Ke 4 (Musyawarah Nasional Afiliasi Perguruan Tinggi Indonesia Keempat) dibuka dengan Mars dan Hymne APPTI. Lagu kebanggaan APPTI itu dinyany

27/09/2023 10:02 - Oleh sekretariat APPTI - Dilihat 388 kali